Domain Gratis

Selasa, 30 Maret 2010

Cara Mendapatkan Domain .com/.net/.org/.info/.cn Gratis Legal


Ada kabar bagus buat temen temen yang ingin mempunyai Domain berbayar seperti .com, .net, .org, .info, .cn, .biz secara gratis,seperti yang kita ketahui bersama harga domain itu biasanya dijual sekitar 70-150rb rupiah. Karena domain2 tersebut memang membuat situs kita lebih profesional dan mudah diingat. Bayangkan jika nama situs kita duosmart.blogspot.com, dengan duosmart.com lebih mudah diingat mana?

Bagi anda yg belum mempunyai situs atau blog pribadi, anda bisa membuat gratis dengan .blogspot.com. Namun jika ada .com yg gratisan mengapa harus ot.com. Domain .com bisa anda dapatkan gratis :D

Ada salah satu situs yang memberikan domain tersebut secara gratis,namun ada point point yang mesti di ikuti oleh membernya diantaranya

1.pergi ke situs Free Domains box
2. Lalu daftarkan diri anda disana.
3. Email konfirmasi akan segera terkirim ke email anda.
4. KLik link aktivasi di email
5. login
6. KLik Refer Other People di member panel atau URLnya
7. Sebarkan URL http://www.freedomainsbox.com/?rid=6314
Dalam kasus ini anda akan diberi alamat URL sendiri.
8. Cari sebanyak 7 orang untuk menjadi refferal anda. Jika mereka mendaftar melalui refferal anda, akan akan mendapatkan 1 point tiap orang yg bergabung.
9. JIka sudah terkumpul 7 point, klik “REQUEST free domain name”. Pilih domain yg kamu suka. Saya sarankan .com atau .net jika ingin membuat blog pribadi.

Demikianlah sedikit informasi yang dapat saya berikan mudah mudahan bermanfaat, dan bila ada yang berminat bisa Sign Up di http://www.freedomainsbox.com


Selanjutnya...

Kamis, 18 Maret 2010

Trick Upload PHP Auto Rename


Hai…para pengunjung setia ilmuwebsite.co, ini adalah artikel tentang php yang pertama kali saya tulis untuk ilmuwebsite.com hehehe. Salam kenal y….

Ok kita langsung saja pada inti pembahasan yaitu bagaimana mengupload file dengan menggunakan php ditambah sedikit trik pengembangan. Upload file merupakan salah satu fasilitas pada web yang kini semakin sering digunakan, file yang ada pada komputer local dapat kita simpan ke dalam directory server yang nantinya dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Dan tentunya setiap bahasa pemrograman web sudah dipastikan memiliki fungsi-fungsi tersendiri untuk melakukan upload file.

Seringkali saya bertanya pada diri sendiri “apabila terdapat 1 file yang diupload ke server, sedangkan terdapat file dengan nama yang sama pada server hosting, bagaimana caranya agar file yang sudah ada dengan nama yang sama tidak ter-replace/tertimpa oleh file yang baru diupload”.
Dan sekarang setelah mencari dan hunting diberbagai situs yang membahas tentang web programming akhirnya saya menemukan jawabannya.
Jawabannya adalah kita perlu melakukan sebuah validasi sebelum file di kirim ke server. Validasi itu berupa pengecekan apakah pada directory tujuan terdapat nama file yang sama dengan file yang akan kita upload.
Ok sekarang kita coba langsung kepada scriptnya saja. Yang perlu kita sediakan adalah :

1. Folder direktori yang nantinya akan kita gunakan sebagai tempat untuk menampung hasil dari proses upload. Contoh : saya berinama foldernya “upload”
2. Halaman form.php
3. Halaman action.php

Langkah pertama adalah membuat halaman form.php


<form action=”action.php” method=”post” enctype=”multipart/form-data”>
Pilih File Anda:
<input type=”file” name=”myfile” />
<input name=”MAX_FILE_SIZE” type=”hidden” id=”MAX_FILE_SIZE” size=”30000″ />
<input type=”submit” value=”Upload” />
</form>


Langkah selanjutnya adalah membuat halaman action.php. scriptnya sebagai berikut :


<?php
$uploadDir = “../upload/”;
// Apabila ada file yang di-upload
if(is_uploaded_file($_FILES['myfile']['tmp_name'])){
$uploadFile = $_FILES['myfile'];

// Extract nama file
$extractFile = pathinfo($uploadFile['name']);
$size = $_FILES['myfile']['size']; //untuk mengetahui ukuran file
$tipe = $_FILES['myfile']['type'];// untuk mengetahui tipe file

//Dibawah ini adalah untuk mengatur format gambar yang dapat di uplada ke server.
Anda bisa tambahakan jika ingin memasukan format yang lain tergantung kebutuhan anda.

$exts =array(’image/jpg’,'image/jpeg’,'image/pjpeg’,'image/png’,'image/x-png’);
if(!in_array(($tipe),$exts)){
echo ‘Format file yang di izinkan hanya JPEG dan PNG’;
exit;
}
// dibawah ini script untuk mengatur ukuran file yang dapat di upload ke server
if(($size !=0)&&($size>30000)){
exit(’Ukuran gambar terlalu besar’);
}

$sameName = 0; // Menyimpan banyaknya file dengan nama yang sama dengan file yg diupload
$handle = opendir($uploadDir);
while(false !== ($file = readdir($handle))){ // Looping isi file pada directory tujuan
// Apabila ada file dengan awalan yg sama dengan nama file di uplaod
if(strpos($file,$extractFile['filename']) !== false)
$sameName++; // Tambah data file yang sama
}

/* Apabila tidak ada file yang sama ($sameName masih ‘0′) maka nama file pakai
* nama ketika diupload, jika $sameName > 0 maka pakai format “namafile($sameName).ext */
$newName = empty($sameName) ? $uploadFile['name'] : $extractFile['filename'].’(’.$sameName.’).’.$extractFile['extension'];

if(move_uploaded_file($uploadFile['tmp_name'],$uploadDir.$newName)){
echo ‘File berhasil diupload dengan nama: ‘.$newName;
}
else{
echo ‘File gagal diupload’;
}
?>


Pada script di atas saya hanya mengkhususkan file yang di upload adalah imang/gambar. Jika anda ingin mengupload file dengan format yang lain silahkan anda ganti baris berikut :


$exts =array(’image/jpg’,'image/jpeg’,'image/pjpeg’,'image/png’,'image/x-png’);
if(!in_array(($tipe),$exts)){
echo ‘Format file yang di izinkan hanya JPEG dan PNG’;
exit;
}


Dengan menjalankan script sederhana diatas maka jika pada server terdapat nama file yang sama maka file yang akan diupload akan digantikan dengan format: namaFile(jumlahFileYangSama).extensionFile”. Contohnya apabila di dalam server terdapat nama file “doc.pdf”, maka file yang akan diupload nantinya akan menjadi direname secara otomaris menjadi “doc(1).pdf”, apabila pada proses upload selanjutnya ada file yang diupload dengan nama “doc.pdf” juga maka file itu akan di-rename dengan nama “doc(2).pdf”, dan begitu seterusnya.

Silahkan download script lengkapnya di sini :
http://www.ilmuwebsite.com/submit/trik_upload_byimran.zip


Selanjutnya...

Scanning All Files and Directories


Anda dapat membuat Fungsi scanning dalam PHP.

Scanning berikut menghasilkan query dalam bentuk array, dan bersifat continue sampe file terakhir pada folder terakhir, jadi smua bakalan discan, kecuali untuk nilai pada variable $invisibleFileNames yang ditampung juga dalam array

<?php
function scanDirectories($rootDir) {

// set filenames invisible if you want
$invisibleFileNames = array(”.”, “..”, “.htaccess”, “.htpasswd”, “Thumbs.db”);
// run through content of root directory
$dirContent = scandir($rootDir);
$allData = array();
// file counter gets incremented for a better
$fileCounter = 0;

foreach($dirContent as $key => $content) {
// filter all files not accessible
$path = $rootDir.’/’.$content;
if(!in_array($content, $invisibleFileNames)) {
// if content is file & readable, add to array
if(is_file($path) && is_readable($path)) {
$tmpPathArray = explode(”/”,$path);
// saving filename
$allData[$fileCounter]['fileName'] = end($tmpPathArray);
// saving while path (for better access)
$allData[$fileCounter]['filePath'] = $path;
// get file extension
$filePartsTmp = explode(”.”, end($tmpPathArray));
$allData[$fileCounter]['fileExt'] = end($filePartsTmp);
// get file date
$allData[$fileCounter]['fileDate'] = date(’Y-m-d H:i:s’, filectime($path));
// get filesize in byte
$allData[$fileCounter]['fileSize'] = filesize($path);

//query SQL dapat diletakkan disini:
//mysql_query(”INSERT INTO dirGue(path, filename) VALUES(’”.$allData[$fileCounter]['filePath'].”‘, ‘”.$allData[$fileCounter]['fileName'].”‘)”)

$fileCounter++;
// if content is a directory and readable, add path and name
}elseif(is_dir($path) && is_readable($path)) {
$dirNameArray = explode(’/',$path);
$allData[$path]['dirPath'] = $path;
$allData[$path]['dirName'] = end($dirNameArray);
// recursive callback to open new directory
$allData[$path]['content'] = scanDirectories($path);
}
}
}

return $allData;
}

if(isset($_POST['submit']) && !empty($_POST['rootDir']))
{
print_r(scanDirectories($_POST['rootDir']));
}
?>

<h2>Scanning All Files and Directories
</h2>
<form action=”" method=”post”>
<input name=”rootDir” type=”text” size=”20″ />
<input name=”submit” type=”submit” value=”scan directories” />
</form>

Selamat mencoba :D ~~


Selanjutnya...

Downloader Function With PHP


Fungsi dibawah ini merupakan fungsi buatan untuk mendownload file dari remote HTTP ke local harddisk. Tentunya hanya file yang memiliki hak akses 0777 saja yang akan bisa didownload.

PHP Code:

<?
define (”_MAX_DOWNLOAD_RATE”, 20.5*1024); //20kb / second
define (”_DOWNLOAD”, “D:/down-test/”);
function putItNow($file_source, $file_target)
{
// Preparations
$file_source = str_replace(’ ‘, ‘%20′, html_entity_decode($file_source)); // fix url format
if (file_exists($file_target)) { chmod($file_target, 0777); } // add write permission

// Begin transfer
if (($rh = fopen($file_source, ‘rb’)) === FALSE) { return false; } // fopen() handles
if (($wh = fopen($file_target, ‘wb’)) === FALSE) { return false; } // error messages.
while (!feof($rh))
{
// unable to write to file, possibly because the harddrive has filled up
if (fwrite($wh, fread($rh, round(_MAX_DOWNLOAD_RATE))) === FALSE) { fclose($rh); fclose($wh); return false; }
}

// Finished without errors
fflush($rh);
fflush($wh);
return true;
}

if(isset($_POST['submit']) && !empty($_POST['source']))
{
$target = _DOWNLOAD.basename($_POST['source']);
if(putItNow($_POST['source'], $target))
{
echo “Download for = “.$_POST['source'].” into $target was DONE successfully !!!”;
}
else
{
echo “Unable to download = “.$_POST['source'];
}
}
?>
<h2>PHP DOWNLOADER
</h2>
<form action=”" method=”post”>
<input name=”source” type=”text” size=”20″ />
<input name=”submit” type=”submit” value=”download” />
</form>

Definisi _MAX_DOWNLOAD_RATE digunakan untuk mendefinisikan nilai max download rate saat mendownload file, yakni 20 kb / second
sedangkan definisi _DOWNLOAD menentukan lokasi hasil download pada harddisk

diperlukan fungsi str_replace untuk menggantikan string %20 menjadi spasi. Sedangkan urutan download data na adalah:

1. fopen
2. fwrite
3. fread
4. fclose
5. fflush


Selanjutnya...